MESIN PENCARI

B.M. DIAH WARTAWAN PEJOANG, Djafar H. Assegaff

Dalam sidang Dewan Pers di Bandung, pertengahan Juli 1989, H. Burhanudin Mohamad Diah mengemukakan niatnya untuk meletakan jabatan sebagai Ketua Pelaksanaan Harian Dewan Pers. Suatu jabatan yang telah dipegang beliau lebih dari 15 tahun. Semua hadirin, anggota Dewan Pers termanggu dan tak seorangpun memberikan reaksi.

Menteri Penerangan Harmoko, anak didik beliau di Merdeka, yang mengetuai sidang di waktu itu mengemukakan pula bahwa keinginan Pak Diah untuk meletakkan jabatan sebagai Ketua Pelaksana Harian sudah lama dikemukakan."Hanya sayalah, yang menahan beliu," kata Harmoko. Namun kali ini sudah tidak ada lagi alasan untuk, menahan beliau.

Akhirnya singkat kata, B.M. Diah meletakan jabatan meskipun masih tetap menjadi anggota Dewan Pers. Rapat memutuskan rekan Jakob Oetama, seorang wartawan, tokoh dunia jurnalistik. dalam masa Orde Baru terpilih menggantikan B.M. Diah. Pada rapat itu pulalah terbit pikiran apakah yang dapat disumbangkan rekan dan teman sejawat serta generasi wartawan yang lebih muda, kepada B.M. Diah yang telah meletakan sandi-sandi jurnalistik setelah Indonesia Merdeka.

Akhirnya datang gagasan menerbitkan buku kenangan untuk B.M. Diah, Wartawan Pejoang dan Pejoang Kewartawanan di Indonesia. Tidak berlebihan kata-kata ini,karena B.M. Diah melahirkan surat kabar Merdeka. Merdeka menjadi tempat persemaian benih wartawan, yang kemudian akan memimpin surat-surat kabar lain. Dari persemaian Merdeka ini akan lahir banyak wartawan, yang kemudian memimpin surat kabar di Indonesia.


INFO BUKU

Judul: B.M. Diah Wartawan Pejoang: Kesan dari Rekan-rekan Sepejoangan
Penyunting: Djafar H. Assegaff
Penerbit: Dewan Pers
Edisi: 1990
Halaman: x + 130
Ukuran: 14.5 x 21 x 0.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 070/Ass/b
Harga: Rp. 38.000

No comments:

Post a Comment