MESIN PENCARI

TRANSFORMASI GERAKAN ACEH MERDEKA, Bob Sugeng Hadiwinata dkk

LELAKI itu berpenampilan cukup gaya. kaos hitam dengan lambang kodok di bagian saku, Sepatu olah raga. Celana jins. Kulitnya putih agak gemuk. Meski tidak sedang sedih. Nama lahirnya, Muhammad Sukri bin Sulaiman. Tapi dia lebih dikenal dengan nama julukannya dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM): Tengku Diladang. Dia dulu panglima pasukan GAM di wilayah Singkil, Aceh Selatan.

Dia gemar menulis puisi. Di sela-sela percakapan kami, dia kadang melafal bait-bait puisinya. Bersama dia siang itu ada dua lelaki, Herman Jal alias Tengku Man dan Juanda alias Tengku Anwar Amin. Tengku Man tidak banyak bicara dan kadang tersenyum mendengar apa yang dilontarkan Tengku Diladang. Namun, Tengku Anwar berkali-kali menimpali percakapan kami. Suaranya keras, kulitnya hitam dan wajahnya mengesankan ekspresi orang yang selalu marah. Dia tidak terima para bekas panglimanya disamakan dengan bekas panglima perang Timor Leste, Xanana Gusmao yang dulu jadi simbol perlawanan rakyat Timor Leste ternyata menciptakan pemerintahan yang korup ketika memimpin negara itu sebagai Presiden.

Meraka bertiga mendapat tugas jaga di rumah Hasan Tiro di Banda Aceh, tapi siang itu mereka tengah beristirahat. Tiro baru saja pulang berobat dari Malaysia. Tiga bulan kemudian, pada 3 Juni 2010 proklamator GAM yang menderita infeksi jantung, gangguan pernapasan dan leukimia itu wafat di rumah sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Tengku Diladang membiarkan Tengku Anwar berceloteh, baru kemudian melanjutkan bicara. "Nah, inilah contoh yang belum dapat pelatihan FES (Frederich Ebert Stiftung)," katanya, seraya tersenyum.

Demikianlah cuplikan wawancara Linda Christanty dengan Muhammad Sukri bin Sulaiman alias Tengku Diladang. Setelah perjanjian damai ditandatangani di Helsinki, banyak sekali kombatan yang masih meraba-raba arah perdamaian, yang mereka paham selama ini hanyalah senjata dan perang, tak ada pengalaman dalam masa damai. Buku ini berkisah tentang proses transformasi kombatan GAM dari berbagai perspektif.

INFO BUKU

Judul : Transformasi Gerakan Aceh Merdeka
Penulis : Bob Sugeng Hadiwinata dkk
Penerbit: FES (Friedrich Ebert Stiftung)
Edisi: 2010
Halaman: 234
Ukuran : 15 x 21.2 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Harga: Rp. 80.000
Call No: 320/Had/t

No comments:

Post a Comment