MESIN PENCARI

PEMBELAAN SEORANG MU'ALLAF (Dialog Muhtadien vs Murtadin) ; H. Insan L. S. Mokoginta

Kompetisi Religi antara Dakwah Islamiyah dan Misi Kristenisasi sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, selama keduanya tidak melanggar undang-undang penyiaran agama serta berjalan di atas rel kitab sucinya masing-masing. Dalam artian, umat Islam melakukan dakwahnya dengan Al Qur'an dan Hadits, sedang umat Kristen melakukan misinya dengan Bibel (Alkitab).

Namun dalam prakteknya tidaklah demikian ideal. Pihak Kristen memandang umat Islam sebagai domba sesat yang harus diinjili (dikristenkan). Untuk mempermudah proses penginjilan ini, langkah awal yang dilakukan adalah melunturkan akidah umat Islam. Aksi kongkritnya, para missionaris dan evangelis atau penginjil giat mendiskreditkan (menghujat) Islam, Al Qur'an dan Nabi Muhammad dengan memotong-motong, memutarbalikkan dan menyelewengkan ayat-ayat Al Qur'an dan Hadits Nabi.

Drs. A. Poernama Winangun (H. Amos), setelah murtad dari Islam, berbalik menghujat Islam habis-habisan melalui empat buah buku yang dikemas dalam bentuk Islam dan dengan dalil murni dari Al Qur'an dan Hadits Nabi.

Tanpa tindakan antisipasi, maka peredaran buku-buku penghujatan dan pelecehan Islam tersebut bisa memicu tindak kekerasan dari pihak yang imannya diserang terlebih dahulu. Secara otomatis, buku-buku tersebut merusak kerukunan hidup antar umat beragama dan mengancam stabilitas nasional.

H. Insan L. S. Mokoginta (Wenseslaus), seorang mualaf yang pernah hidup sesat gelap gulita dalam iman Kristiani, terpanggil untuk menyusun buku ini sebagai pembelaan iman untuk meredam amarah dan mengobati luka-luka umat Islam akibat serangan iman dari pihak Kristen.

INFO BUKU

Judul: Pembelaan Seorang Mu'allaf (Dialog Muhtadien vs Murtadin)
Penulis: H. Insan L. S. Mokoginta
Penerbit: Yayasan Muhtadien Jakarta
Edisi: Cetakan Pertama, September 1998
Halaman: xx + 171
Ukuran: 13,5 x 20 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Harga: Rp. 50.000,-

No comments:

Post a Comment