MESIN PENCARI

SASTRA INDONESIA MODERN II, A. Teeuw

PROF. DR. A TEEUW
Lahir di Gorinchem, Negeri Belanda, tanggel 12 Agustus 1921. Ia mempelajari bahasa-bahasa Indonesia dan sastra Indonesia di Universitas Leiden dan Utrecht, dan mencapai gelar Doktor pada Universitas Utrecht tahun 1946 dengan disertai tentang naskah jawa kuna Bhomakawya. Antara tahun 1947 dan 1951 bekerja sebagai pegawai bahasa pada Universitas Indonesia; di samping itu bersama W.J.A Poerwadarminta menulis Indonesisch-Nederlands Woordenboek (1950); melakukan penelitian mengenai dialek bahasa sasak di pulau Lombok; dan mengajar sastra Inonesia modern dan sastra Melayu klasik. Tahun 1951 kembali kenegeri Belanda, Menjadi guru Besar ilmu bahasa Umum di Universitas Utrecht sampai tahun 1955.

Selanjutnya beliau menjadi guru besar Bahasa Indonesia dan sastra Indonesia/melayu pada Univesitas Leiden hingga sekarang. Pada tahun 1975 dianugrahi gelar Doktor Honoris Causa oleh Universitas Indonesia, Pada tahun 1977-1978 mengambil cuti belajar dilewatkannya di auniversitas Gajah Mada. Banyak dimuat dalam Bijdragen tot de Taal-Land-en Volkenkude dan majalah-majalah ilmiah, juga dalam Budaya jaya, Horison dan Basis. Bukunya Voltaid Voorspal (1950) diperluas kemudian menjadi Pokok dan tokoh dalam Kesusastraan Indonesia Modrn (1952), selanjutnya diperluas lagi dalam cetakan kedua , terdiri dari dua jilid (1955), kemudian ditulis kembali dalam bahasa inggris berjudul Modrn Indonesia Leterature (1967) Bukunya Tergantung pada Kata (1980,1983) merupakan telaah ilmia mengenai sajak-sajak 10penyair: Chairil Anwar, Sitor Sitomurang, Ajip Rosidi, Subagio Sastrowardoyo, Teoti Heraty, Sapardi Djoko Damono, Goenawan Mohamad, Rendra, Abdul Hadi WM, dan Sutarji Calzoum Bachri, diterbitkan oleh Pustaka Jaya.

SASTRA INDONESIA MODERN mengemukakan telaah kritis dan menyeluruh terhadap perkembangan karya - karya sastra Indonesia mulai dari angkatan 45. Di sini dikupas berbagai kecenderungan serta orientasi pemikiran dari sejumlah satrawan Indonesia terkemuka : H.B Jassin, Rendra, Ajip Rosdi, Subagio Sastrowardoyo, Sitor Situmurang, Goenawan Mohamad, Arief Budiman, Koentowidjojo, Mochtar Lubis, Umar Kayam, Putu Wijaya, Sapardi Djoko Damono dan lain-lain. Lewat buku ini, nyatalah adanya perubahan, dinamika dan pertentangan ide, seperti marxis dan non-Marxis, dalam sejarah pemikiran sastra indonesia, karena itu tidak bisa disangsikan bila karya Prof. Teeuw, maestro pengamat sastra Indonesia modern, yang dilengkapi bibliografi ini pantas dibaca siapapun. Apalagi untuk para sastrawan dan peminat sastra Indonesia.


INFO BUKU

Judul: Sastra Indoneisa Modern II
Penulis: Prof. Dr. A Teeuw
Penerbit: Pustaka Jaya
Edisi: 1989
Halaman: 314
Ukuran: 14 x 19.7 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Lama/Koleksi Pribadi
Harga: Rp. 25.000
Call No: 801/Tee/s

No comments:

Post a Comment