MESIN PENCARI

FILSAFAT KOMUNIKASI TRADISI FENOMENOLOGI, Alex Sobur

Sebuah “masterpiece” yang mengajak kita ikut menyelam ke kedalaman filsafat komunikasi. Karenanya, buku ini penting dibaca bagi siapa saja yang ingin menemukan esensi komunikasi.
Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D.
Guru Besar dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Membaca buku ini seperti dibawa ke alam yang telah melahirkan saya hari ini, penuh dengan energi filsafat, wawasan akademik yang kental, membawa kita jalan-jalan dalam dunia filsafat dan sosiologi ke dunia komunikasi kita, membuka cakrawala berpikir bahwa dunia komunikasi kita hari ini tak terlepas dari konteks sosial masa lalu yang sarat dengan pemikiran sosiologis. Alex Sobur telah berhasil meyakinkan kita bahwa teori-teori komunikasi memiliki akar filsafat dan “grand theory” sosial yang kokoh sehingga—secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis–komunikasi menjadi cabang ilmu yang kokoh di masa depan.
Prof. Dr. H.M. Burhan Bungin, M.Si.
Guru Besar Ilmu Sosiologi Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Sekali lagi—setelah karya terdahulunya “Semiotika Komunikasi”—Alex Sobur kembali menawarkan gagasan baru dalam pemikiran dan khazanah ilmu komunikasi. Minatnya yang luas menjadikan buku ini penuh “warna” dan sarat makna. Persentuhannya yang kental dengan dunia pemikiran filsafat, psikologi, sosiologi, linguistik, dan seni, menjadikan buku ini berani “tampil beda”. Tak berlebihan kiranya jika dikatakan inilah buku komunikasi terbaik yang pernah ada, yang ditulis dalam bahasa Indonesia.
Prof. Dr. Hj. Neni Yulianita, Dra., M.S.
Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi dan Program Pascasarjana Universitas Islam Bandung

Victor Emil Frankl pernah hidup dalam penderitaan luar biasa, disekap di kamp konsentrasi saat Jerman dalam genggaman Hitler. Di hadapannya, mayat-mayat bergelimpangan. Orang-orang dipaksa menghirup udara beracun. Sebuah revolusi dalam pemikiran Frankl muncul: dalam keadaan apa pun, makna hidup itu bisa ditemukan. Lalu, ia pun tetap tegar dan optimis. Dan, ajaib, ia pun selamat dari ancaman maut itu. Selanjutnya, dia menulis buku Man’s Search for Meaning. Bahasan tentang makna hidup merupakan bagian yang sangat menarik yang ditulis dalam buku ini. Frankl, sang survivor ini rupanya menjadi salah satu inspirator penting bagi Alex Sobur dalam menulis buku ini. Namun, ini bukan kumpulan tips bagaimana mencari hidup bermakna. Dalam buku ini, penulis berhasil menguak cakupan fenomenologi yang luas ke dalam bahasan yang enak dibaca dan mudah dicerna: dari filsafat kehidupan, filsafat komunikasi, hingga fenomenologi sebagai metode penelitian.
Dr. O. Hasbiansyah, M.Si.
Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung

Buku ini begitu kaya dengan catatan sumber. Saya dibuat kaget dan tertekun-tekun membaca isi buku ini karena Alex Sobur secara cerdas menyajikan fenomenologi dari berbagai segi dan perspektif. Ibarat hidangan yang menyediakan macam-macam citarasa dan model, si pembaca tinggal menikmati yang mana dan ingin membandingkan yang mana. Tidak seperti buku yang sudah-sudah, fenomenologi hanya dilihat dari satu perspektif saja sehingga orang nyaris melihatnya dengan ‘kacamata kuda’. Satu keunggulan lagi, buku ini juga menyajikan sebuah model riset yang sangat sederhana sehingga memudahkan orang melakukan jenis penelitian fenomenologi yang ada.

Dr. Ilham Prisgunanto
Dosen Manajemen Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Budi Luhur, Jakarta

INFO BUKU

Judul: Filsafat Komunikasi Tradisi Fenomenologi
Penulis: Alex Sobur, M.Sc
Penerbit: Rosda
Edisi: 2013
Halaman: 512
Ukuran : 16 x 24 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Beru
Harga: Rp. 94.000 78.000
Call No:

No comments:

Post a Comment